Langsung ke konten utama

Postingan

Portal

PORTAL Laura bergegas mengikuti langkah cepat Sam. Lelaki berperawakan tinggi itu seakan tak memahaminya. Sudah lama Laura menaruh hati padanya. Kesempatan hiking bersamanya, bagi Laura adalah bagaikan mendapat durian runtuh. "Bisa lebih pelan jalannya?" tanya Laura sambil mengatur pernapasan. "Ini juga sudah pelan, Dek!" Sam adalah sahabat sang kakak. Keduanya merencanakan hendak mendaki bukit di hari ini. Laura yang mencuri dengar percakapan keduanya, segera menyiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Maka, ketika sang kakak membatalkan kepergiannya karena sakit perut, ia begitu bersemangat menggantikan posisi sang kakak. "Kenapa kamu ke sini, Laura?" tanya Sam dengan pandangan curiga saat membuka pintu kamarnya dan mendapati Laura berdiri di sana. "Aku menggantikan kakak untuk hiking bersamamu hari ini." Sam menyipitkan matanya, terlihat berpikir sejenak, kemudian menarik napas panjang. "Apa kau pernah mendaki bukit seb...
Postingan terbaru

Rindu

RINDU Aku merasa begitu galau. Duduk di kursi kayu buatan ayah yang kutarik ke pinggir jendela kamar. Hembusan nafasku ke kaca jendela yang berembun, membuatnya bertambah gelap. Meski aku berusaha menghalau kegelisahan dengan memandang rinai hujan senja ini, semuanya sia-sia. Bayangan lelaki itu terus menghantuiku. "Aku menyukaimu," kataku dengan segenap keberanian. Aku telah menyimpan rasaku selama dua tahun belakangan ini. Di hari kelulusannya, kuputuskan untuk menyatakan perasaanku. Ia memandangku dalam diam. Sedetik dua detik. Aku menanti responnya dengan sabar. Sepuluh detik berlalu. Aku menelan ludah. Ia masih diam. "Well?" tanyaku lagi. Kali ini aku pasrah. Tatapannya menyiratkan kepedihan. Oh! Jangan bilang ia akan menolakku. "Aku sudah punya pacar," jawabnya perlahan. "Siapa? Kak Mel, sa...sahabatmu itu?" tanyaku dengan lidah kelu. Ia mengangguk. "Sejak kapan?" "Seminggu yang lalu," jawabnya perlahan. Hatik...

Rujak

RUJAK Veny tahu mengapa ketiga sahabatnya kini menjauhinya. Ia memang bersalah. Ia lupa hari ulang tahun Nia. Mereka merayakan ulang tahun Nia tanpa dirinya karena ia terlalu sibuk memberi perhatian pada Ken. Ken adalah sahabat Tom, lelaki yang ditaksirnya. Demi bisa lebih dekat Tom, ia rela diajak Ken untuk menonton pertandingan bola yang diikuti Tom. "Maaf, yah. Aku lupa kemarin hari ulang tahunmu," kata Veny sambil memeluk Nia dari belakang. Nia diam saja. "Ini hadiah ulang tahun dari aku. Selamat ulang tahun, yah!" Veny kini telah berdiri di hadapan sahabatnya itu. Ririn dan Kikan juga bergabung. "Terima kasih, tapi aku tidak ingin menerima hadiah dari sahabat yang melupakan hari ulang tahunku," tolak Nia. "Kami setuju," sambung Ririn dan Kikan bersamaan. "Kau pergilah bersama sahabat-sahabat barumu. Lupakan kami!" kata Nia ketus. Ketiganya kemudian pergi meninggalkan Veny yang masih memegang kado di tangannya. Ia terdiam ...

A Girl Called Martha

A Girl Called Martha Kisah ini berawal dari kesadaranku yang timbul dari perenungannya di suatu hari yang kelabu. Bisa kukatakan demikian karena hari itu adalah hari dimana aku kehilangan nenekku, wanita yang luar biasa, menjadi inspirasi bagi orang di sekitarnya terutama bagi anak-anak dan cucunya. Hari ini dia tiada, namun kisahnya menjadi legenda...... Rega, sembilan puluh empat tahun yang lalu... Di tengah malam berbulan terang, dari balik sebuah rumah adat di kampung Natameze, terdengar tangis bayi perempuan yang baru saja lahir. Kedua orang tuanya, Badhi Owa dan istrinya menamainya Martha Igo Wula, Wula artinya bulan, dengan harapan kelak sang bayi akan menjadi penerang bagi gelapnya kehidupan, memberi harapan baru. Martha tumbuh menjadi anak gadis yang luar biasa, yang paling menonjol adalah rajin membantu ibunya di dapur. Dibanding kakak-kakak perempuannya justru si bungsulah yang paling rajin. Waktu berlalu dan tibalah saatnya bagi si bungsu untuk pergi ke sekolah. Saat itu ...

A new begin

A New Begin...... Dear diary... Selasa, 19 Juli 2011 Aku sedang sangat-sangat bahagia karena akhirnya doa aku dan suamiku terjawab sudah. Akhirnya Tuhan bermurah hati memberikan kami keturunan juga. Sebelum perjalanan kami ke Hokeng untuk merayakan pesta perak hidup membiara yang ke 25 tahun mama suster, aku sudah terlambat haid. Aku merasa agak sangsi sehingga tidak segera memeriksakan diri. Saat kami liburan di Wegok (Wain Koja Obok), Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, desa asal suamiku yang adalah turunan dari salah satu Lepo Pitu Wegok yaitu Lepo Siga Hitong, selama seminggu, aku mulai merasa tidak enak badan, ngantuk terus, perut selalu kencang, malam susah tidur, akhirnya aku beli testpack dan akhirnya....tidak sampai semenit, aku sudah melihat hasilnya positif dengan adanya garis tambahan yang muncul pada stick testpack. “Bagaimana?”, tanya suamiku. Aku hanya mengangguk-angguk tanpa bersuara. Aku begitu gembira, begitu pula suamiku, kami begitu bahagia, suami...